Senin, 10 Juni 2013

Derita Rakyat Papua

http://galih-aja1.blogspot.com/
Sudah sejak tahun 1963 pulau Papua menjadi bagian dari Negara Republik Indonesia, dimulai dengan dikumandangkanya operasi pembebasan Irian Barat atau yang lebih dikenal dengan sebutan TRIKORA yang dikumadangkan pada tanggal 1 Mei 1961, Irian Barat atau Provinsi Irian Jaya  yang pada waktu itu masih diklame oleh Pemerintah Kolonial Belanda merupakan daerah jajahannya. Presiden RI kala itu yakni Ir.Soekarno, dengan tegasnya mengumandangkanTRIKORA 
 guna membebaskan Papua Barat dari tangan Kolonial, proses pembebasan inipun bukan tanpa halangan dan memerlukan waktu yang cukup panjang untuk akhirnya bisa mempersatukan Papua Barat (Irian Jaya ) menjadi bagian dari negeri ini, perjuangan yang beratpun dilakoni oleh bangsa ini, mulai dari perundingan Konferensi Meja Bundar sampai dengan konfrontasi-konfrontasi yang dilakukan demi mempersatukan Papua Barat menjadi bagian dari Negeri ini.
Namun semua itu hanya untuk merefleksi pengetahuan kita tentang sejarah bangsa ini, lain dulu lain sekarang, jika dahulu para pahlawan negeri ini dengan gigih berani  dan semangat pantang menyerah senantiasa berjuang demi  membebaskan saudara-saudara kita di belah timur sana dari tangan Pemerintahan Kolonial yang kejam, namun kondisi yang sekarang terjadi ketika pulau Papua telah menjadi bagian dari negeri ini, ia dibiarkan begitu saja, diperlakukan seperti anak tiri oleh bangsa sendiri. Kelaparan,gizi buruk,tingkat pendidikan yang masih tertinggal jauh dari daerah lain, dan masih banyak permasalahan-permasalahan  lainnya yang seharusnya tidak terjadi dalam sebuah bangsa yang merdeka. Bangsa yang merdeka seakan-akan hanya sebuah keniscayaan saat kita melihat kondisi masyarakat  yang ada di Provinsi Irian Jaya sana,  mayoritas dari mereka hidup dengan standar kehidupan yang sangat jauh dari kata layak. Kondisi ini yang menyebabkan gejolak sosial sering kali muncul dalam kehidupan masyarakatnya, bahkan yang lebih ekstrimnya lagi semakin gencarnya gerakan-gerakan sparatisme yang  kerapkalai terjadi, hal ini menempatkan Provinsi Irian Jaya menjadi Provinsi yang rawan konflik  baik itu Vertical maupun konflik Horizontal, Kondisi yang seperti itu sebenarnya  merupakan suatu bentuk protes social terhadap Pemerintah yang berdaulat  atas ketidak mampuanya mengatasi segala permasalahan yang terjadi dalam masyarakat.
Jika mau coba kita ulas kebelakang sebenarnya sudah cukup banyak kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi yang telah terekspose media dan telah disiarkan ke seluruh penjuru negeri, namun semua itupun nampaknya belum mampu menggugah hati nurani para elite pemerintahan untuk segera menyelesaikannya. Mereka seakan-akan asik sendiri menikmati  hidup  bergelimangan harta dan jauh dari kata kelaparan atupun kesusahaan, berbanding terbalik 180 derajat dengan kondisi saudara-saudara kita di Irian Jaya sana.
Pemerintah yang pada hakekatnya bertugas dan berkewajiban memakmurkan dan mensejahterakan masyarkatnya, namun justru pemerintah seakan-akan tidak serius menuntasakan segala permasalahan yang terjadi di Irian Jaya, hal ini tercermin dengan minimnya setuhan pembangunan, baik itu dalam segi ekonomi,pendidikan maupun kesehatan. Provinsi Irian Jaya terkesan ditelantarkan begitu saja dengan segala permasalahan yang terjadi di dalamnya. Bahkan kondisi ini diperparah dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang jelas-jelas merugikan masyarakat dan bangsa, namun tetap saja dijalankan/dibelakukan, seperti masih diperpanjangnya kontrak PT.Freeport untuk terus  mengeksploitasi kekayaan alam Irian Jaya, padahal dengan kasat mata pun sudah sangat jelas bahwa kontrak PT. Freeport ini sangat merugikan bangsa.
Seharusnya jika kita menggunakan konsep Logika berfikir sederhana, dengan sumber kekayaan alam yang begitu melimpahnya, Provinsi Irian Jaya ini akan menjadi sebuah Provinsi yang sangat maju jika kita bandingkan dengan provinsi-provinsi yang ada dipulau Jawa, baik dalam bidang pendidikan,kesehatan sampai dengan ekonomi. Namun apaboleh dikata, Provinsi Irian Jaya masih saja berkutat  dengan berbagai macam permasalahnya. Sebenarnya bukan menjadi hal yang mustahil untuk mengentaskan segala permsalahan yang terjadi di Provinsi IrianJaya jika Pemerintah dengan serius  menyelesaikanya, hal inipun telah dibuktikan oleh Pemerintah Kuba dan Venezuela , bagaimana dengan keseriusanya untuk mengentaskan segala permaslahan yang terjadi di bangsanya yang berakhir dengan keberhasilan, ini pun yang seharusnya dijadikan contoh untuk Pemerintah kita, agar permaslahan yang terjadi di Provinsi Irian Jaya cepat terselasikan sehingga masyarkat dapat hidup dengan standar kehidupan yang layak  dan hidup aman tentram sejahtera.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar